Type something and hit enter

author photo
By On


Bungkam?

Teringat potongan syair nan kafir
"Atas Nama Musik dan Hidup Yang Penuh Kebebasan"
Demikian lantunan kata dibalut rasa bangga
Apanya yang bangga? 
Apa ini akan benar benar terjadi?
Membelenggu, Membungkam, Membatasi

Apa benar negeri ini sudah benar benar ngeri?
Menjamah mana yang belum atau bahkan tidak pernah sama sekali kau daki
Bahkan menghilangkan apa itu yang dinamakan Seni.
Segala satir ironi dan lirih yang kami beri
Seakan anti dan tak kau beri kami ruang lagi
'Tuk menyikapi segala kelucuanmu di negeri nan asik ini.

Jangan harap kami diam
Sekejam dan semanis apa paras dan ucapanmu
Secerdik dan securang apa aturanmu
Ingat kembali atas nama apa kami disini berdiri
Mengepal tangan tanpa melacurkan diri
Kembalikan kebebasan kami, kebanggaan kami, kemandirian kami

Biarkan segala caci maki ini 
Menjalar di darah kami hingga ke lain generasi
Renungi lagi apa yang sudah menjadi basi
Kita suka tinggal di negeri yang asik ini
Tapi kita benci dengan sistem busuk ini
Jangan kembalikan kita semua ke zaman itu lagi!

-riot circle-


Mungkin itu sedikit ungkapan emosi dari gue ya ketika tau ada rencana RUU Permusikan yang sangat sangat useless aja sih. Yaa mungkin gue ungkapin biar lebih indah aja ya walaupun masih kelewat ngaco sih karena gue bener bener gk ahli dalam menyusun kata kata, tapi setidaknya mengurangi umpatan nan frontal untuk para pencetus dan pendukung di balik RUU Permusikan ini.. Tidak perlu lagi dijabarkan mana pasal pasal karet dan memang tidak perlu dijabarkan lagi karena memang TIDAK PENTING.

Mungkin ya ada maksud baik baik dibalik RUU Permusikan (mungkin ya tp gw gk yakin), dengan alih alih untuk menyejahterakan para musisi di Indonesia, tapi nyatanya siapa yang mau disejahterahkan pemerintah?? apakah yang benar benar musisi baik independen atau mayor label?? apa ada kelicikan dari berbagai sisi yang akan memberatkan salah satu pihak? . Yaap, benar saja ada banyak kejanggalan dan niat niat mau membatasi proses kreatifitas para musisi, khususnya para pelaku musik independen yang memang tidak pernah terikat aturan aturan yang membelenggu proses kreatif mereka dalam berekspresi dalam segala bentuk karya mereka, bebas tidak teratur. 

Kritik satir sarkas yang memang belakangan ini cukup masiv didengar masyarakat luas, yang mungkin menjadi ketakutan bagi para pihak pemerintah/penguasa agar mereka bebas menggodok segala kebobrokan dari rezim ke rezim. Korupsi, mafia hukum, jual agama, gila kekuasaan, pencitraan, pembodohan dan masih banyak kebangsatan yang takut dikritik dan disenggol oleh para pelaku musik khususnya independen yang mungkin bisa lebih banyak mengangkat isu-isu itu, tp ada juga beberapa musisi major label juga yang tetap tidak melacurkan idealisme kebebasan mereka dalam bermusik, seperti Superman Is Dead, Glenn Fredly dll.

Di satu sisi seperti menghentikan proses pergerakan para musisi independen karena bisnis mayor label mungkin sudah kalah pamor dengan pergerakan para musisi independen. Tidak bisa dipungkiri sekarang industri musik independen lebih menjanjikan dari pada major label. Mungkin  keberadaan major label juga cuma menaungi artis artis yang bisa dikatakan main aman lah, artis artis gila sensasi, artis yang bingung mau jadi artis sesungguhnya atau mau jadi Selebriti. Yaa bisa dibilang jika beberapa pasal dalam RUU Permusikan kita balik 180 derajat dan siapa pihak yang paling sengsara dengan pasal pasal tersebut?? yaaa jelas pihak industri besar/major label yang sangat sengsara (analisa bego gue sama mas bud semalem). Jadi sudah jelas kan siapa musuh kita sebenarnya??? (tafsir sendiri)

Yang membuat gue cukup prihatin dengan pasal pasal ngaco RUU Permusikan ini bagaimana kami para pelaku dan penggiat seni yang saling berhubungan satu sama lain. Sudah di daerah, apresiasi saja masih kurang apalagi materi, korporat yang terus menggerus musisi independen lokal, dipaksa show maksimal, tapi fee nya pas pasan, Sukur sukur bisa diputerin lagi tuh duit buat beli pedalboard hahaha, mana  kemampuan main musik bermotto no skill just have fun, ini pake mau di sertifikasi segala lagi biar diakui musisi, TAPI KALO MAU SERTIFIKASI HATI NURANI YAKIN LULUS heeee.... 
Berjalan sendiri aja tanpa ada Undang-Undang masih carut marut, apalagi kalo sampe sah itu Undang-Undang.

Tapi di satu sisi gue yakin dan percaya semisalnya itu Undang-Undang di sahkan (jangan sampai) gk akan kebayang bagaimana chaos nya dunia permusikan di Indonesia dan pasti akan menjalar kemana mana. Gue yakin para pelaku musik dan seni akan lebih dan sangat liar dalam berkarya dan akan selalu menyala nyala gk peduli dengan seketat apa itu Undang-Undang dan juga akan lebih banyak lagi polisi polis moral yang terus menyudutkan semua pegiat musik dan seni lainnya. Lawan terus segala kebusukan sistem yang ada, kita cinta negeri ini dengan segala keberagamannya. Kita semua ingin menjadi bangsa yang maju kita juga ingin semua aspek sistem diperbaiki, termasuk sistem otak manusia yang masih terbelakang jangan hanya bicara lakukan sesuatu lebih baik dari pada mencampuri urusan yang bukan wilayahnya.. Riot!


Source Photo  : Instagram