Type something and hit enter

author photo
By On






Untuk kali ini gue coba sedikit berbeda dengan tulisan gue yang udah udah.. Setelah mendapat berbagai  dorongan dari teman teman sekalian dan gue memutuskan untuk memberanikan diri buat interview dengan beberapa band yang pekan lalu menyambangi kota Bandar Lampung. Dan untuk edisi pertama kolom 'Banyak Tanya?!' ini gue berkesempatan menginterview salah satu band yang bisa dibilang bergenre Celtic Punk dari Cipinang Jakarta ini yang baru pertama kali main di Lampung..
Mari simak bahasan gue dengan TENHOLES sebelum mereka on stage di acara IAMLAMPUNG Festival 9 Februari 2019 lalu di :

Bagaimana kabar Tenholes dan perasaan pertama kali main di Lampung?

"Baik semua kami senang sekali bisa main di Lampung dan sudah menjadi tempat yang kami inginkan untuk bisa bersenang senang bareng temen temen semua di Lampung," ujar ukin sambil menegak pigur (alkohol lokal). "Senang ternyata teman teman di Lampung cukup menyambut kita dengan hangat, dari semalem udah dijamu dan pada nyamperin kita di penginapan, Seru!," timpah endry gitaris Tenholes

Apa resolusi Tenholes di tahun 2019 setelah beberapa kali bongkar pasang personil?

"Ya yang pasti yang terbaik buat kita Tenholes, secara tinggal gue sendiri nih personil asli dari awal Tenholes berdiri, dan kita bisa fokus lagi buat berkarya dengan formasi yang sekarang ini dan gk ganti ganti lagi dan lebih solid lagi kedepannya... semoga," curhat ukin sang vokalis 

Seberapa besar punk mempengaruhi pola hidup kalian dalam segi fashion,idealisme?

"Bisa dibilang karena kita semua suka dengan semua yang kami lakukan, khususnya dalam segi bermusik kita suka punk rock, otomatis itu juga mempengaruhi segala knowledge yang ada di sekitar punk itu sendiri, seperti DIY (do it yourself) yang masih sering kita dan teman teman lakukan, tapi kan kita juga harus open minded , jadi kita juga bukan anti kapitalis segala macam dan tetap menyesuaikan aja sih tanpa harus melunturkan idealisme kita," tegas sang gitaris.
"iya benar kata endry, apalagi kita juga dari kelas pekerja yang bisa dibilang masih dalam lingkar punk itu sendiri, kita juga harus kerja keras contoh kayak gue mau beli Docmart yang harganya lumayan dan gue juga harus kerja keras dulu nabung juga buat bisa beli itu sepatu. Kalau masalah fashion sih dari dulu sampe sekarang gue masih konsisten, ya bisa dibilang skinhead dengan segala pola hidupnya yang bengal, drinking, dan lain lain asal gk merugikan orang lain aja sih," ungkap ukin

Mengapa punk sekarang lebih banyak aturan dan sering dapat persekusi secara 'verbal' jika gk ikutin aturan aturan itu?

"Nah ini yang salah sih menurut gue, karena Punk itu sendiri lebih bagaimana lo mau eksperesiin diri lo dengan segala cara lo tanpa banyak aturan. Intinya sih lebih freedom aja, kalo udah banyak tuntutan Punk harus gini, harus itu, bullshit ya kayaknya yang suka ngejudge yg kyk gitu tuh yang bukan Punk, yang cuma tau luarnya aja gk mau belajar lagi lebih dalam. Do what you want aja sih dan selalu terbuka dengan semuanya" jelas ukin dan endry

Kenapa Celtic Punk?

"Sebenernya gk celtic punk juga sih, masih banyak band band lain yang layak disebut Celtic Punk," ujar endry. 
"Di Tenholes itu tetep basic kita di Punk Rock itu sendiri, namun ada tambahan instrumen mandolin yang memang dari awal memang maunya bikin konsep band Celtic Punk dengan cara Tenholes. Lirik lirik di lagu lagu kita yang cenderung anthemic lebih enak buat sing along bareng temen temen dan lebih buat akrab jadi seperti keluarga," kata ukin

Siapa influence kalian dalam bermusik dan apa hanya genre punk saja?

"Kalo gue sih semuanya gue dengerin, dari The Smith, Rancid, Dropkick Murphys, sampe Tame Impala gue suka dengerin dan gue bukan tipe orang  yang hanya stuck di satu genre aja, kita juga perlu refrensi musik yang banyak," jelas ukin

Bagaimana tanggapan kalian tentang RUU Permusikan?

"Jelas kami sangat menolak RUU itu sama seperti teman teman musisi lainnya, dengan berbagai pasal yang gk ada urgensi nya sama sekali dan sangat merugikan semua pelaku musik dimana pun berada," tegas ukin
"Sama seperti kata ukin ya, karena musik itu kan cara kita berekspresi, masa kita mau diatur cara berkspresinya? lebih baik lebih di tekankan lagi Undang Undang yang sudah ada," jawab dhony dan erdi sambil terus meminum anggur ginseng..

Riot!.